Jumat, 19 Februari 2010
Fenomena ALAY
di bawah ini adalah beberapa pendefinisian tentang alay menurut saya sendiri:
1. selalu ngerasa paling tau tentang sepeda dan kegiatan bersepeda. Padahal jarang banget gowes,,, sekalinya gowes palingan pas ada Event atau ada liputan aja untuk memburu Goodie Bag atau sekedar Narsis.com
2. tongkrongannya di pinggir pinggir jalan (yang cewek godain cowok,yang cowok godain cewe yang lagi lewat)
3. kalo lagi ngumpul bawa handshet buat dengerin lagu lewat handphone(suka pamer ga jelas & sok asik gitu deh). Trus sok telpon-telponan dan SMS-SMS an.. kondisi terparah,, biasanya suka ngunjukin SMS dari ce/co ke temenya,, biar dibilang kl ce/co nya perhatian ama dia..
4. sok EMO tapi ditanya sejarahnya emo ga tau.
5. sok pengen 'gaul' mau ngikutin tren yang sekarang tapi terlalu LEBAY (cth: nge-mix baju ga kira kira ; baju ijo,celana kotak kotak,sepatu merah,kacamata biru!)
6. dimana mana SELALU ada acara yg namanya 'putu putu narziz' (entah itu di track sepeda,WC,mobil,kamar,stasiun ,angkot,dll).
7. fotonya ga nahan smua! (dengan gaya di imut imutin,dideketin lampu biar 'terang bgt',foto deket bgt dari wajah *biar jeleknya ga keliatan*,foto dari atas *biar kelihatan keren kali ya*,dll..pokoknya yang bisa bikin ENEG)
8. buat cewek tiap hari kerjaannya ngomongin ttg cowooooooooo mulu! (cth: eh tau ga si A tadi gini loh sama gue hahaha lucu bgt ya? *ga lucu!)(yah pokoknya sok pamer gitu deh*berasa cantik)
9. buat cowok..tiap hari kerjaannya cari musuh(ribut) mulu sama temen temen cowoknya yg lain *biar dianggep keren gituw*
10. di friendster.. bagi yang cewek di ff nya majang cowok cowok ganteng semua *meski ga kenal,biar dianggep cantik & gaull* kalo yg cowok ya majang ffnya cewek semua*walau ga kenal* biar dikata cowok ganteng.
11. T U L I S A N
- iya : ia
- kamu: kamuh,kammo,kamoh,kamuwh,kamyu,qamu,etc
- aku : akyu,aq,akko,akkoh,aquwh,etc
- maaf: mu'uph,muphs,maav,etc
- sorry: cowyie,cory,tory,coly(?),etc
- add : ett,etths,aad,edd,etc
- for : vo,fur(zz),pols,etc
- lagi : agi,agy
- makan: mums,mu'umhs,etc
- lucu : lutchuw,uchul,luthu,etc
- siapa: cppa,cp,ciuppu,siappva,etc
- apa : uppu,apva,aps,etc
- narsis: narciezt,narciest(idihh)
&&& masih bnyak lagi!
12. suka ngirim bulbo ga jelas di YM, FS atau FB :"akko onlenndh dcnniih" ato "ayokk perang cummendh cmma saiia" etc (paling parah lagi kalo ngirim bulbo dengan judul "********" tapi isinya kosong!) ih kampret bner deh tu orang orang alay.
13. menganggap dirinya eksis di friendster atau Facebook atau Mulktiply (kalo comments banyak itu berarti anak gaul jadi lomba banyak-banyakan comment) *please deh ga bgt! emang kenapa coba kalo commentnya banyak?dapet rekor muri ya? ga penting bgt deh..
14. kalo ada org yg cuman view profil kita , kita bilang gini : "hey cuman view nih?" ato "heey jgn cuman view doang,add dong! (kalo emang segitu pentingnya orang nge-ADD buat kita..kenapa kita ga nge-ADD dia waktu kita mau ngasih testi?)
15. friendster dipenuhi glitter-glitter norak yang pastinya bisa ngerusak retina mata zzZZZZZ....
16. nama friendster mengagung -agungkan diri sendiri,seperti : pRinceSs cuTez,sHa luccU, cAntieqq,etc. (pede bgt sih?)
17. kata /singkatan selalu diakhiri huruf z/s (cth : nama adalah talitra,dbuat jadi : talz. nama adalah niken,dibuat jadi qens..dsb!)
18. foto di friendster bisa nyampe 300 lebih padahal cuman foto DIRINYA SENDIRI
19. diam diam mengidolakan : band2 paroh musim,terkenal dari satu hitS doang,musim depan terdegradasi,...
20. suka menghina orang lain yang ga sama kaya dia.
CO:jd kamyu alay bukan, kalo aqyu iyhah ...
Terms
emo = emosi
Putu putu narziz = photo photo narsis..
lebay = suka melebih lebihkan
ALAY = sebutan / bhs gaul ABC yg termasuk di 12 katagori tsb
ABC = Anak Bau Chiki (komunitas ini biasa nya peralihan menuju ABG)
ciyuuu... (see you...)
Apa Itu PHP ??
Apa itu PHP?
PHP (yang merupakan akronim untuk “PHP: Hypertext Processor”) merupakan pendekatan untuk bahasa pemrograman yang bersifat Open Source yang ditujukan untuk pengembangan Web dan dapat diembed (digabungkan) kedalam HTML.
Jawaban singkat, namun tetap tidak mengurangi maksud untuk pengenalan PHP?
Yang harus Anda ingat adalah, bahasa pemrograman PHP tidak mutlak sama persis dengan bahasa pemrograman lainnya (misalnya Perl atau C), Kebanyakan dari sintaks PHP yang anda tuliskan biasanya hanya dioutputkan menjadi HTML (pada contoh di atas mengoutputkan beberapa baris teks). Kode PHPakan selalu diapit oleh tag PHP yang diletakkan di awal dan di akhir kode untuk mengaktifkan “mode PHP”.
Tidak seperti JavaScript yang bekerja pada sisi client (client-side), PHP dieksekusi di atas server (server-side). Jadi bila Anda menggunakan kode PHP, maka kode tersebut akan diproses diserver, dan user hanya akan menerima hasilnya saja, tanpa dapat mengetahui kode yang terdapat di dalamnya.
Apa yang Dapat Dilakukan PHP?
Dengan kode PHP Anda dapat melakukan apa pun. PHP yang difokuskan untuk server-side dapat melakukan apa pun yang dapat dilakukan oleh semua program CGI, seperti mengumpulkan data, membuat halaman dengan konten dinamis, mengirim atau menerima cookiues, dan lebih banyak hal lagi yang dapat dilakukan dengan PHP.
Terdapat tiga kelebihan utama dalam PHP, yang antara lain adalah:
1. Server-side Scripting. Ini merupakan kelebihan paling utama untuk PHP. Anda akan membutuhkan tiga alat agar PHP dapat bekerja dengan baik. PHP Parser (CGI atau modul server), WebServer dan Web Browser.
2. Command Line Scripting. Anda dapat membuat script PHP dan menjalankannya tanpa harus menggunakan server atau browser. Anda hanya akan membutuhkan PHP Parser untuk menggunakan cara ini. Penggunaan jenis ini sangat ideal untuk script yang akan dieksekusing menggunakan Cron (pada *nix atau Linux) atau Task Scheduler (pada Windows).
3. Membuat aplikasi GUI berbasis Client-Side. Kemungkinan PHP bukan merupakan bahasa pemrograman yang baik untuk membuat aplikasi berbasis GUI, namun bila Anda telah menguasai PHP dengan baik, dan ingin membangun aplikasi dengan menyertakan fitur-fitur PHP pada aplikasi client-side Anda dapat menggunakan PHP-GTK untuk merancang aplikasi tersebut. Bahkan dengan tools tersebut Anda dapat merancang aplikasi yang berbasis cross-platform. PHP-GTK hanya merupakan tools tambahan, dan tidak terdapat pada distribusi utama PHP.
4. PHP dapat digunakan pada berbagai macam sistem operasi, termasuk Linux, berbagai macam varian Unix (termasuk HP-UX, Solaris, dan OpenBSD), Microsoft Windows, Mac OS X, RISC OS, dan mungkin yang lainnya. Kini, PHP juga telah didukung oleh banyak web server, termasuk diantaranya adalah server Apache, Microsoft Internet Information Server, Personal Web Server, Netscape dan iPlanet servers, Oreilly Website Pro Server, Caudium, Xitami, OmniHTTPd, dan banyak lagi.
Salah satu fitur terkuat yang signifikan adalah, PHP mendukung banyak jenis database. Anda dapat dengan mudah merancang halaman web yang menangani database. Berikut ini adalah jenis database yang didukung oleh PHP:
• Adabas D
• Ingres
• Oracle (OCI7 dan OCI8)
• dBase
• InterBase
• Ovrimos
• Empress
• FrontBase
• ProstgreSQL
• FilePro (hanya pada mode read-only)
• mSQL
• Solid
• Hyperwave
• Direct MS-SQL
• Sybase
• IBM DB2
• MySQL
• Velocis
• Informix
• ODBC
• Unix dbm
Mengenal Array
Array merupakan bagian dasar pembentukan suatu struktur data yang lebih kompleks. Hampir setiap jenis struktur data kompleks dapat disajikan secara logik oleh array.
Array : Suatu himpunan hingga elemen yang terurut dan homogen, atau dapat didefinisikan juga sebagai pemesanan alokasi memory sementara pada komputer.
Terurut : elemen tersebut dapat diidentifikasi sebagai element pertama, kedua, dan seterusnya sampai elemen ke-n.
Homogen : setiap elemen data dari sebuah array tertentu haruslah mempunyai tipe data yang sama.
Karakteristik Array :
1. Mempunyai batasan dari pemesanan alokasi memory ( bersifat statis)
2. Mempunyai type data sama ( bersifat Homogen)
3. Dapat diakses secara acak.
4. Berurutan ( terstruktur ).
Array mempunyai dimensi :
1. Array Dimensi Satu (Vektor)
2. Array Dimensi Banyak.
- Dimensi Dua (Matriks/Tabel)
- Dimensi Tiga (Kubik).
ARRAY DIMENSI SATU
Merupakan bentuk yang sangat sederhana dari array.
Setiap elemen array mempunyai subskrip/indeks.
Fungsi indeks/subskrip ini antara lain :
1. Menyatakan posisi elemen pada array tsb.
2. Membedakan dengan elemen lain.
ARRAY DIMENSI BANYAK
Array Dimensi Banyak (Multi-Dimensional ARRAY) :
suatu array yang elemen –elemennya berupa array juga.
Array Dimensi Dua perlu dua subskrip/indeks :
a. Indeks pertama untuk menyatakan posisi baris
b. Indeks kedua untuk menyatakan posisi kolom
ARRAY DIMENSI TIGA
Banyaknya indeks yang diperlukan array dimensi tiga adalah 3
Pada umumnya, suatu array berdimensi N memerlukan N indeks untuk setiap elemennya.
Senin, 15 Februari 2010
tips menyuburkan rambut
di sini aku mau kasi sedikit tips menyuburkan rambut dengan lidah buaya :
1. ambil pohon lidah buaya yg tua dan bentuk nya agak besar
2. iris kecil-kecil lidah buaya nya
3. usapkan getah lidah buayanya di rambut, lalukan sampai lidah buayanya tidak ada getahnya
4. diam kan dalam 10 menit
5. bilas dengan shampo
simple kan :-)
ngerawat sesuatu yang udah di berikan ke kita ngga perlu repot atau ngeluarin uang banyak
cukup dengan memanfaatkan sesuatu yang ada disekitar rumah aja, itu udah cukup kok
hhehehehehe
SELAMAT MENCOBA YAH ;-)
Senin, 21 Desember 2009
secondhand serenade "half alive"
Kamis, 08 Oktober 2009
peranan & pentingnya bahasa indonesia dalam konsep ilmiah
peranannya sangatlah penting untuk penulisan sebuah ilmiah mulai dari ejaan yang disempurnakan, pemakaian huruf, pemakaian huruf capital dan huruf miring,penulisan kata, penulisan unsur serapan, pemakaian tanda baca dll
dibawah ini adalah beberapa contoh dari yang disebutkan diatas
I. PEMAKAIAN HURUF
A. Huruf Abjad
Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut. Nama tiap huruf disertakan di sebelahnya.
Huruf
A a
B b
C c
D d
E e
F f
G g
H h
I i
J j
K k
L l
M m
N n
O o
P p
Q q
R r
S s
T t
U u
V v
W w
X x
Y y
Z z
B.Huruf Vokal
Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a, e, i, o, dan u.
C. Huruf Konsonan
Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.
D. Huruf Diftong
Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai, au, dan oi.
E. Gabungan Huruf Konsonan
Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan, yaitu kh, ng, ny, dan sy.
F. Pemenggalan Kata
1. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut.
a. Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan, pemenggalan itu dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.
Misalnya: ma-in, sa-at, bu-ah
b. Jika di tengah kata ada huruf konsonan, termasuk gabungan huruf konsonan, di antara dua buah huruf vokl, pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan.
Misalnya: ba-pak, ba-rang, ke-nyang
c. Jika di tengah kata ada huruf konsonan yang berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua hufur konsonan itu. Gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan.
Misalnya: man-di, som-bong
d. Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih, pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua.
Misalnya: in-strumen, in-fra
2. Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan, termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya, dapat dipenggal pada pergantian baris.
II.PEMAKAIAN HURUF KAPITAL DAN HURUF MIRING
II. PEMAKAIAN HURUF KAPITAL DAN HURUF MIRING
A. Huruf Kapital atau Huruf Besar
1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung
3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.
7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.
10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan.
11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal.
13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
14. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.
15. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.
B. Huruf Miring
1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.
2. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk mengaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.
3. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.
III. PENULISAN KATA
III. PENULISAN KATA
A. Kata Dasar
Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.
Misalnya: ibu, percaya, kantor
B. Kata Turunan
1. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Misalnya: dikelola, bergeletar, penetapan
2. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Misalnya: bertepuk tangan, garis bawahi
3. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Mislanya: menggarisbawahi, penghacurleburan
4. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai. Misalnya: adipati, mahasiswa, mancanegara
C. Bentuk Ulang
Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. Misalnya: anak-anak, gerak-gerik
D. Gabungan Kata
1. Gabungan kata yang lazin disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, unsur-unsurnya ditulis terpisah. Misalnya: duta besar, orang tua, kambing hitam
2. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian, dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian di antara unsur yang bersangkutan. Misalnya: alat pandang-dengar
3. Gabungan kata berikut ditulis serangkai. Misalnya: acapkali, matahari, manasuka
E. Kata Ganti –ku, kau-, -mu, dan –nya
Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; -ku, -mu, dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya: kumiliki, kauambil, bukuku, rumahmu, bajunya
F. Kata Depan di, ke, dan dari
Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada. Misalnya: di lemari ke pasar, dari Banjarmasin
G. Kata si dan sang
Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Misalnya: sang Kancil, si pengirim
H. Partikel
1. Paratikel –lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik.
2. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Misalnya: Apa pun yang dimakannya, ia tetap kurus.
3. Partikel per yang berarti ‘mulai’, ‘demi’, dan ‘tiap’ ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului atau mengikutinya. Misalnya: …per 1 April.
I. Singkatan dan Akronim
1. Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih.
a. Singkatan nama orang orang, nama gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik. Misalnya:A.S. Kramawijaya
b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. Misanya: DPR
c. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Misalnya: dll.
d. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. Misalnya: Cu, TNT, Rp
2. Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.
a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Misalnya: ABRI, LAN, IKIP
b. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital Misalnya: Akabri, Bappenas
c. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. Misalnya: pemilu, radar, rapim
J. Angka dan Lambang Bilangan
1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. Angka Arab: 0, 1, 2 Angka Romawi: I, II
2. Angka digunakan untuk menyatakan (i) ukuran panjang, berat, luas, dan isi, (ii) satuan waktu, (iii) nilai uang, dan (iv) kuantitas. Misalnya: 0,5 sentimeter, 100 yen
3. Angka lazim dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. Misalnya: Jalan Tanah Abang I No. 15
4. Angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. Misalnya: Bab X, Pasal 5, halaman 252
5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut.
a. Bilangan utuh. Misalnya: dua puluh dua, dua ratus dua puluh dua
b. Bilangan pecahan. Misalnya: seperenam belas, tiga dua pertiga
6. Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara yang berikut. Misalnya: Paku Buwono X, Bab II, Tingkat V, Abad ke-20
7. Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran –an mengikuti cara yang berikut. Misalnya: tahun ’50-an, uang 5000-an
8. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilagan dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan. Misalnya: Amir menonton drama itu sampai tiga kali.
9. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, sesunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat. Misalnya: Pak Darmo mengundang 250 orang tamu.
10. Angka yang menunjukkan bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinaman 250 juta rupiah.
11. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Misalnya: Kantor kami memunyai dua puluh orang pegawai.
12. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf, penulisannya harus tepat. Misalnya: Saya lampirkan tanda uang sebesar Rp 999,75 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan dan tujuh puluh lima perseratus rupiah).
IV. PENULISAN UNSUR SERAPAN
IV. PENULISAN UNSUR SERAPAN
Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap unsur dari pelbagai bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing seperti Sansekerta, Arab, Portugis, Belanda, atau Inggris.
Berdasarkan taraf integrasinya, unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar.
Pertama, unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti reshuffle, shuttle cock. Unsur-unsur ini dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing.
Kedua, unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan dengan bentuk asalnya.
Diposkan oleh www.mahmud-bahasasastra.blogspot.com
V. PEMAKAIAN TANDA BACA
V. PEMAKAIAN TANDA BACA
A. Tanda Titik (.)
B. Tanda Koma (,)
C. Tanda Titik Koma (;)
D. Tanda Titik Dua (:)
E. Tanda Hubung (-)
F. Tanda Pisah (—)
G. Tanda Elipsis (…)
H. Tanda Tanya (?)
I. Tanda Seru (!)
J. Tanda Kurung ( (…) )
K. Tanda Kurung Siku ( […] )
L. Tanda Petik ( “…” )
M. Tanda Petik Tunggal ( ‘…’ )
N. Tanda Garis Miring (/)
O. Tanda Penyingkat atau Apostrof (‘)
Sumber
www.mahmud-bahasasastra.blogspot.com/uploads/7-10-2009
perkembangan bahasa diindonesia
Bagaimana situasi kebahasaan
Bahasa Indonesia saat ini mulai semakin ditinggalkan. kemanakah perginya bahasa itu sekarang? Bahasa yang selalu diperjuangkan hingga titik darah penghabisan. Orang rata-rata sekarang menggunakan bahasa campuran dalam pergaulan maupun dalam berbagai situasi. Padahal itu adalah orang
disitu dikatakan bahwa Bahasa prokem yang biasa digunakan oleh kalangan remaja tertentu dikhawatirkan dapat memperburuk perkembangan bahasa Indonesia. Sebagai bahasa pergaulan, perkembangan bahasa prokem itu sangat pesat. Hal ini dikhawatirkan justru memberikan pengaruh buruk terhadap bahasa Indonesia Memang harus diakui kualitas sumber daya manusia kita di bidang bahasa Indonesia masih minim. Hal ini yang perlu ditingkatkan Meskipun demikian, kehadiran bahasa prokem itu wajar karena sesuai dengan tuntutan perkembangan nurani anak usia remaja. Masa hidupnya terbatas sesuai dengan perkembangan usia remaja. Selain itu, pemakaiannya pun terbatas pula di kalangan remaja kelompok usia tertentu dan bersifat tidakresmi.bahasa prokem itu konon berasal dari kalangan preman. Bahasa prokem itu digunakan sebagai sarana komunikasi di antara remaja sekelompoknya selama kurun tertentu.Bahasa prokem itu tumbuh dan berkembang sesuai dengan latar belakang sosial budaya pemakainya. Hal ini merupakan perilaku kebahasaan dan bersifat universal Kosakata bahasa prokem di
Bahasa prokem berfungsi sebagai ekspresi rasa kebersamaan para pemakainya. Selain itu, dengan menggunakan bahasa prokem, mereka ingin menyatakan diri sebagai anggota kelompok masyarakat yang berbeda dari kelompok masyarakat yang lain. Beberapa kata dalam bahasa prokem yang dikenal masyarakat, di antaranya "bokap" untuk menggantikan kata bapak, "nyokap" (ibu), "doi" (dia), "hebring" (sangat hebat), dan masih banyak lagi.
Selain bahasa prokem ada juga yang mengunakan bahasa gaul,bahasa daerah dll. Tidak heran jika di indonesia banyak sekali pengguna bahasa selain bahasa indonesia karena di indonesia sendiri sudah banyak aneka ragam bahasa. Oleh sebab itu mungkin salah satu penyebab dari sedikitnya pengguna bahasa indonesia yang baik dan benar adalah beraneka ragam bahasa. Namun itulah yang menarik dari indonesia walaupun beragam bahasa tetap 1 bahasa yang digunakan dalam sehari-hari yakni bahasa indonesia meski penggunaan bahasanya masih banyak yang tidak mengunakan bahasa dengan baik dan benar.
Sumber
http://www.ir-oned.blogspot.com/uploads/1-10-2009
http://www. forumkami.com/uploads/1-10-2009
