Pages

Minggu, 02 Januari 2011

Teknologi Virtual Machine

Setiap sistem gambar berisikan sistem operasi dan aplikasi pendukungnya, dan setiap image memiliki sistem operasi yang sama atau sistem operasi yang berbeda. Belakangan hampir semua komputer dibuat dengan mengunakan hardware circuit yang mendukung kemampuan virtual mesin. Beberapa tahun yang lalu, kemampuan ini hanya disediakan oleh sistem operasi VM mainframe milik IBM.

Implementasi SOA (Service Oriented Architecture) Menggunakan Teknologi Web Service
Saat ini, banyak perusahaan menghadapi dinamika tantangan yang tinggi dalam rangka memenuhi permintaan customer dengan kualitas layanan yang tinggi dan produksi dari beberapa segmen bisnis dan industry. Dalam lingkungan seperti ini yang mengkombinasikan antara inovasi teknologi serta globalisasi ekonomi, membuat pemicu dibangunnya suatu paradigm baru dalam inovasi ekonomi, dimana konsep Virtual Enterprise (Perusahaan Virtual) menjadi posisi yang utama. Banyak perusahan yang menggabungkan sumber daya yang ada untuk supaya lebih efektif dalam merespon permintaan pasar, membuka kesempatan, serta meminimisize biaya melalui suatu bentuk kerja sama yang dinamis.

Kebutuhan untuk merealisasikan konsep kerja sama yang dinamis antar perusahaan seperti contoh tersebut, maka perusahaan memfokuskan pada system enterprise dan proses integrasi antar enterprise. Disinilah professional IT secara langsung menghadapi tantangan untuk mampu membuat dan mengontrol legacy teknologi dalam batasan perusahaan/enterprise dan heterogenitasnya, yaitu suatu system yang berbasis service-oriented. Arsistektur system yang berbasis service dikenal dengan istilah Service Oriented Architecture (SOA). Berikut gambaran sebuah system dengan arsitektur berbasis SOA.
Gambar 2 : Teknologi yang menggunakan SOA
Arsitektur SOA dapat diimplementasikan dengan beberapa teknologi yang diantaranya adalah CORBA (Commond Object request Broker Architecture), Distributed Computing Envirentement (DCE), Distributed Command Object Model (DCOM), Remote Method Ivocation (RMI), Web Service. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar 2. Dari sekian banyak teknologi yang dapat mengimplemnetasikan SOA, Web Service-lah yang menjanjikan karena mampu meyediakan standart dari perbedaan aplikasi dan berjalan di banyak platform, sehingga dapat digunakan untuk integrasi system seperti Bisnis to Bisnis (B2B), Bisnis to Customer (B2C) dalam aplikasi e-business dan Virtual Enterprise (VE).
 
Gambar 2 : Teknologi yang menggunakan SOA

Service Oriented Architecture (SOA)
Service Oriented Architecture (SOA) adalah prinsip desain yang diinginkan untuk membangun sistem terdistribusi yang reliable dan mengirimkan service fungsionalitasnya, dengan menambahkan penekanan pada loose coupling antar pengguna service. Dalam hal ini service mempunyai beberapa karakteristik :
1.Logical view, service yang dilihat dari level operasi bisnis yang diidentifikasi sebagai interface yang independen.
2.Message orientation, Sebuah service yang berhubungan dengan client yang bertukar message.
3.Discription Orientation, Servive yang didekripsikan sebagai mesin pengolah metadata.
4.Network Orientation, Service dituntut untuk dipakai di dalam jaringan. Hal ini menekankan pada kebutuhan service yang secara otomatis serta mudah ditemukan.
5.Platform neutrality, Pesan disampaikan melalui interface yang menggunakan platform netral (multi platform) dan format data yang standart seperti XML.

Dalam arsitektur SOA, Service dapat didefinisikan sebagai komponen (software component) yang memiliki karakteristik :
1.Dapat dideskripsikan dalam suatu bahasa formal
2.Dapat dipublikasikan pada suatu registry of service
3.Dapat ditemukan (discover) menggunakan mekanisme standard
4.Dapat diminta/diperoleh (invoke) melalui jaringan
5.Dapat dibangun bersama service lain .
Ciri utama SOA adalah mempromosikan melalui penggabungan komponen-komponen perangkat lunak. Diantara komponen perangkat lunak tersebut saling berinteraksi dalam satu
kesatuan. Sedangkan keuntungan dari penggunaan. Arsitektur SOA adalah flexible, scalable, replacability dan fault tolerance.


http://aqueyank.blogspot.com/2009/12/12-teknologi-virtual-machine.html

Minggu, 19 Desember 2010

System Contex - Aware

Di dalam ilmu komputer, terdapat sebuah gagasan yang menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang kemudian diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, istilah context-awareness mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.


Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:

1. The acquisition of context

Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.

2. The abstraction and understanding of context

Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.

3. Application behaviour based on the recognized context

Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

Empat kategori aplikasi context-awareness menurut Bill N. Schilit, Norman Adams, dan Roy Want, yaitu :

1. Proximate selection

Proximate selection adalah sebuah teknik antarmuka yang memudahkan pengguna dalam memilih atau melihat lokasi objek (benda atau manusia) yang berada didekatnya dan mengetahui posisi lokasi dari user itu sendiri. Ada dua variabel yang berkaitan dengan proximate selection ini, yaitu locus dan selection, atau tempat dan pilihan.

Setidaknya, ada tiga jenis lokasi objek yang bisa ditanamkan ke dalam aplikasi dengan menggunakan teknik ini, yaitu:

1. Perangkat input dan output yang menyediakan penggunaan share lokasi bersama, seperti: penggunaan printer, facsimiles, komputer, video camera, dan lain-lain.

2. Kumpulan objek-objek yang membutuhkan suatu perangkat lunak tertentu untuk saling berinteraksi, misalnya pada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan penyatuan dokumen baik antar divisi maupun dalam satu divisi ke dalam suatu database tertentu.

3. Kumpulan lokasi atau tempat yang sering dikunjungi, seperti restoran, night club, pom bensin, mall, dan tempat-tempat lainnya. Dengan adanya inovasi ini tentunya lebih mempermudah user untuk mencari suatu tempat tertentu tanpa harus bergantung kepada yellow pages directori atau bertanya kepada masyarakat sekitar.

2. Automatic Contextual Reconfiguration

Aspek terpenting dari salah satu contoh kasus sistem context-aware ini adalah bagaimana konteks yang digunakan membawa perbedaan terhadap konfigurasi sistem dan bagaimana cara antar setiap komponen berinteraksi. Sebagai contoh, penggunaan virtual whiteboard sebagai salah satu inovasi automatic reconfiguration yang menciptakan ilusi pengaksesan virtual objects sebagai layaknya fisik suatu benda.

Contextual Reconfiguration juga bisa diterapkan pada fungsi sistem operasi; sebagai contoh: sistem operasi suatu komputer A bisa memanfaatkan memori komputer lainnya yang berada didekatnya untuk melakukan back-up data sebagai antisipasi jika power komputer A melemah.

3. Contextual Informations and Commands

Kegiatan manusia bisa diprediksi dari situasi atau lokasi dimana mereka berada. Sebagai contoh, ketika berada di dapur, maka kegiatan yang dilakukan pada lokasi tersebut pasti berkaitan dengan memasak. Hal inilah yang menjadi dasar dari tujuan contextual information and commands, dimana informasi-informasi tersebut dan perintah yang akan dilaksanakan disimpan ke dalam sebuah directory tertentu.

Setiap file yang berada di dalam directory berisi locations and contain files, programs, and links. Ketika seorang user berpindah dari suatu lokasi ke lokasi lainnya, maka browser juga akan langsung mengubah data lokasi di dalam directory. Sebagai contoh: ketika user berada di kantor, maka user akan melihat agenda yang harus dilakukan; ketika user beralih lagi ke dapur, maka user tersebut akan melihat petunjuk untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.

4. Context-Triggered Actions

Cara kerja sistem context-triggered actions sama layaknya dengan aturan sederhana IF-THEN. Informasi yang berada pada klausa kondisi akan memacu perintah aksi yang harus dilakukan. Kategori sistem context-aware ini bisa dikatakan mirip dengan contextual information and commands, namun perbedaannya terletak pada aturan-aturan kondisi yang harus jelas dan spesifik untuk memacu aksi yang akan dilakukan.

Aturan umum yang harus diisi pada form context-triggered actions :

badge location event-type action

event-type dapat berupa kondisi : arriving, departing, settleld-in, missing, or attention. Sebagai contoh :

coffee kitchen arriving “play –v 50 ~/sounds/rooster.au”

artinya, ketika siapapun berada di dapur dan menggunakan mesin coffee maker maka alarm rooster sound akan berbunyi.
Sumber: helenamayawardhani,http://juliocaesarz.blogspot.com

LIngkungan Komputasi dalam dunia komputer

Lingkungan komputasi adalah suatu lingkungan di mana sistem komputer digunakan. Lingkungan komputasi dapat dikelompokkan menjadi empat jenis : komputasi tradisional, komputasi berbasis jaringan, dan komputasi embedded, serta komputasi grid.

Pada awalnya komputasi tradisional hanya meliputi penggunaan komputer meja ( desktop ) untuk pemakaian pribadi di kantor atau di rumah. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi maka komputasi tradisional sekarang sudah meliputi penggunaan teknologi jaringan yang diterapkan mulai dari desktop hingga sistem genggam. Perubahan yang begitu drastis ini membuat batas antara komputasi tradisional dan komputasi berbasis jaringan sudah tidak jelas lagi.

Dalam ledakan informasi, bagaimana perusahaan memperoleh informasi akurat dan tepat waktu, respon cepat kebutuhan pelanggan menjadi faktor penting dalam kesuksesan bisnis. Untuk memastikan bahwa staf dari waktu, ruang dan kondisi jaringan tetap, mudah dan aman terhubung ke kantor pusat aplikasi, akses informasi dan data dan panggilan berbagai peralatan, perusahaan membutuhkan lingkungan kerja yang lebih kompleks untuk lebih banyak pengguna sumber informasi beberapa menyediakan kemampuan untuk menghubungkan.

Sebagai teknologi terus memperkenalkan sistem informasi baru menjadi lebih kompleks, dikombinasikan dengan fasilitas aplikasi, platform, standar dan arsitektur jaringan keanekaragaman untuk realisasi akses informasi perusahaan telah membawa kesulitan lebih. Di sisi lain, di luar LAN perusahaan juga perlu untuk melindungi data yang sensitif. Oleh karena itu, banyak perusahaan telah dengan lebih sumber daya manusia dan material untuk memastikan keselamatan. Jelas, metode ini meningkatkan sumber daya yang ada lebih konfigurasi, mau tidak mau menaikkan biaya dan meningkatkan pengeluaran. Enterprise adalah sebuah kebutuhan mendesak untuk membentuk suatu sistem tunggal daripada lebih maju, dapat diandalkan dan efektif untuk mencapai lingkungan yang lebih santai, nyaman, akses informasi aman.

Sistem Citrix (Citrix Systems Inc) telah berkomitmen untuk menemukan cara yang efektif untuk membantu perusahaan mewujudkan mimpi ini. Sebagai teknologi terus meningkatkan dan mengembangkan, Citrix memperkenalkan informasi "on-permintaan bisnis" (On-demand) program, melalui suite produk Citrix Access Suite, menggunakan teknologi yang dipatenkan ICA unik (Independen Komputasi Arsitektur) untuk membantu perusahaan untuk mendirikan " informasi perusahaan-permintaan "kerangka, membangun keamanan, platform akses, agar dapat secara efektif memecahkan masalah ini. Program ini bisa mencapai aman, sederhana, akses real time untuk aplikasi perusahaan dan informasi perusahaan, dan menyederhanakan deployment dan pengelolaan lingkungan komputasi yang kompleks untuk aplikasi enterprise membawa kemampuan lebih luas untuk benar-benar mengubah aplikasi tradisional struktur penyebaran, sehingga seluruh sistem lebih biaya efektif memenuhi kebutuhan pengguna.

Dengan globalisasi pengembangan usaha, dan afiliasinya akan seluruh dunia. Cabang perusahaan harus cepat, handal dan aman akses ke database kantor pusat perusahaan. Demikian pula, pemerintah saat ini harus dapat mengakses meliputi organisasi yang berbeda, fungsi yang berbeda dan daerah yang berbeda informasi kunci dan membuat keputusan bergantung pada informasi ini. Untuk lembaga-lembaga ini, penerapan komputasi terpusat untuk mendukung lokasi beberapa cabang merupakan persyaratan yang diperlukan. Pegawai harus mampu mulus dan aman akses on-demand untuk aplikasi mission-critical dan informasi untuk secara efektif menangani keadaan darurat, untuk rekonstruksi bencana dan penyediaan layanan dasar.

Banyak organisasi sering diharuskan dengan instansi lain, provinsi, komunikasi internasional, yang selanjutnya meningkat mahal jaringan area luas (WAN) untuk menghubungkan aplikasi untuk menyampaikan konten lebih sulit. Selain itu, isi privasi dan keamanan untuk menjamin tidak akan membocorkan informasi rahasia juga penting.

Sentralisasi deployment aplikasi dapat sangat mengurangi kompleksitas lingkungan TI, platform akses Citrix mampu mendukung berbagai aplikasi Anda akan memiliki penyebaran menyatukan server pusat, sehingga sangat mengurangi kompleksitas lingkungan TI. Nikmati operasi bebas khawatir pada saat yang sama, akan membawa banyak keuntungan:

a. memberikan bermain penuh terhadap kinerja infrastruktur yang ada, meningkatkan efisiensi administrasi.

b. bagi masyarakat dan staf untuk memberikan tingkat pelayanan yang lebih tinggi.

c. ditemukan di berbagai bagian angkatan kerja, menyediakan keamanan aplikasi pemerintah dan informasi, konsisten sesuai permintaan akses.

d. meningkatkan kinerja aplikasi lembaga-lembaga lokal dan remote.

e. memungkinkan informasi otorisasi, keamanan informasi dan keamanan aplikasi lintas-sektoral berbagi.

f. menjamin integritas aplikasi privasi konten.

g. cepat dan mudah digunakan pada semua sistem operasi untuk semua aplikasi.

Kamis, 11 November 2010

user interface

Audio Data

Pengantar

Audio data datang dalam berbagai bentuk kadang-kadang membingungkan. Jumlah cara mendasar di mana suara dapat diwakili sebenarnya cukup kecil. Berbagai jenis file audio adalah karena fakta bahwa ada cukup beberapa pendekatan untuk data audio mengompresi dan sejumlah cara yang berbeda dari kemasan data. Kami pertama-tama menjelaskan bagaimana data audio sendiri diwakili, maka bagaimana itu dibungkus ke file. Orang sering berbicara tentang format audio sembarangan tanpa membedakan antara format data dan format file, tetapi sangat penting untuk menjaga perbedaan ini dalam pikiran banyak format file dapat berisi tanggal direpresentasikan di lebih dari satu cara dan sebagian besar representasi data dapat dikemas di lebih dari satu format file. Mengatakan bahwa file suara adalah ". Wav" file mengatakan apa-apa tentang format data audio. Demikian pula, mengatakan bahwa file berisi data PCM mengatakan apa-apa tentang format file.

Suara terdiri dari variasi terdengar dalam tekanan udara. Mikrofon mengubah variasi tekanan udara menjadi tegangan yang bervariasi. Untuk mewakili suara digital, kita harus mengkonversi tegangan ini bervariasi menjadi serangkaian angka yang mewakili amplitudonya. Proses ini dikenal sebagai-ke-digital konversi analog. Data Audio terdiri dari angka tersebut dikatakan dalam kode format modulasi pulsa, disingkat PCM Audio data sering disimpan dalam format lain, biasanya dalam rangka untuk kompres itu, namun hampir selalu dimulai dalam format PCM. 

Tingkat pengambilan sampel adalah jumlah kali per detik bahwa amplitudo dari sinyal diukur dan memiliki dimensi sampel per detik. Semakin tinggi sampling rate, semakin akurat sinyal sampel akan mewakili sinyal asli.. Pilihan laju sampling ditentukan oleh Nyquist Sampling Theorem Teorema ini menyatakan bahwa jika frekuensi maksimum di mana sinyal asli mengandung energi adalah F, maka jika sampel pada tingkat yang ketat lebih besar dari 2F sampel per detik, maka akan mungkin untuk merekonstruksi sinyal asli sempurna dari sinyal sampel. Dengan kata lain, sinyal sampel akan berisi semua informasi dalam sinyal asli. 

Penting untuk dicatat bahwa laju sampling harus benar-benar lebih besar dari 2FSampling pada tingkat tepat 2F dapat mengakibatkan kesalahan. Sebagai contoh, anggaplah bahwa sinyal asli adalah gelombang sinus frekuensi F. Jika kita sampel pada frekuensi 2F, dengan sampel pertama pada waktu 0, semua contoh kami akan memiliki nilai 0. Gelombang sinus yang asli tidak bisa direkonstruksi dari seperti sinyal sampel. Hal ini mudah dilihat dalam ilustrasi berikut. All. Semua menunjukkan empat 1Hz gelombang sinus. Dua di sebelah kiri memiliki fase 0. Dua di sebelah kanan memiliki fase π. Kedua atas memiliki amplitudo 1.0. Dua bawah memiliki amplitudo 2.0. Jika kita sampel di dua sampel per detik dengan offset 0, semua contoh kami akan 0 pada semua empat kasus. Sinyal sampel tidak akan berisi informasi yang diperlukan untuk memutuskan mana dari empat sinyal asli untuk merekonstruksi.

Selanjutnya, teorema Nyquist didasarkan pada asumsi bahwa sinyal asli panjang tak terhingga. Jika tidak, sampling di lebih dari laju Nyquist dari 2F belum tentu mengizinkan reconsruction sempurna. Jika tingkat sampling hanya sedikit lebih besar dari tingkat Nyquist, kenaikan mungkin tidak menggeser titik sampling di atas cukup jauh untuk membuat nilai terkuantisasi berbeda. Perhatikan lagi contoh kita dari gelombang sinus. Let us suppose that its frequency is 1000 Hz. Mari kita anggap bahwa frekuensi adalah 1000 Hz. Jika kita sampel pada tingkat 2000 sampel per detik kita mungkin berakhir dengan setiap sampel sama dengan 0. Misalkan kita sampel pada tingkat tahun 2001 sampel per detik, yang secara teknis satsifies kriteria Nyquist. Jika sinyal cukup panjang, bahkan jika sampel pertama berada pada nol, beberapa sampel akan menjadi jarak yang signifikan dari nol dan akan ada informasi yang cukup untuk merekonstruksi sinyal. Tetapi jika sinyal cukup pendek, akan diambil sampel pada titik-titik dimana nilai yang begitu dekat dengan nol yang mungkin tidak dibedakan dari nol ketika terkuantisasi. Akibatnya, untuk sinyal pendek perlu menggunakan sampling rate secara signifikan lebih tinggi daripada frekuensi Nyquist. 

Di sini kita menggambarkan jenis file audio yang paling umum. diskusi di sini juga akan memberikan pembaca gambaran umum baik dari organisasi file audio. 

File suara yang terdiri dari hanya data audio PCM disebut file suara mentah. Beberapa i perangkat audio o /, perangkat lama terutama ditujukan untuk penelitian daripada pasar komersial, menghasilkan file-file tersebut. Mereka tidak lagi sering terlihat. 

Sejak file suara baku tidak memiliki header di mana untuk menyimpan informasi, perlu untuk mengetahui tingkat sampling, resolusi, signedness, dan jumlah saluran. Beberapa parameter kadang-kadang dikodekan dalam nama file, tetapi tidak ada konvensi umum yang benar-benar. Sufiks Filename kadang-kadang digunakan untuk menyampaikan resolusi dan signedness. Sebagai contoh, akhiran. Sb ini mungkin mengindikasikan bahwa sampel yang terdiri dari satu byte, yaitu, memiliki resolusi 8 bit, dan ditandatangani. Akhiran sistem. Uw ini menunjukkan bahwa setiap sampel diwakili oleh kata-byte dua, yaitu, memiliki resolusi 16 bit, dan ditandatangani.

File AU adalah contoh yang baik dari tipe file sederhana yang terdiri dari sebuah header yang diikuti oleh data. Sebenarnya ada dua jenis file AU. akhiran ini. au awalnya digunakan oleh Sun untuk file audio headerless mengandung μ-hukum kompresi audio sampel di 8.000 sampel per detik. Selanjutnya, format yang ada diadopsi. Format SND pada komputer NeXT adalah sama sebagai format AU. File AU terdiri dari sebuah header dengan format berikut diikuti dengan sepotong data audio tunggal. Nilai numerik di header harus disimpan dalam-endian format besar. 

AIFF format yang secara luas digunakan pada komputer Apple dan, sebagai hasilnya, dalam pengolahan software audio profesional. Seperti, RIFF / GELOMBANG, AIFF ("Audio Interchange File Format") merupakan turunan dari Interchange Format Files format yang dikembangkan oleh Electronic Arts. Ia lebih sederhana dari RIFF / format WAVE di tersebut memang ditujukan hanya untuk data audio dan mendukung berbagai format yang lebih kecil data audio.
Sebuah file AIFF suara minimal itu terdiri dari header dan sepotong suara. Selain suara potongan, berbagai potongan lain yang mungkin, termasuk penanda posisi dalam data gelombang, MIDI perintah synthesizer, dan komentar. 

Data audio dalam file AIFF selalu terkompresi PCM. Header berisi informasi tentang jumlah saluran, sampling rate, dan resolusi. Data audio, seperti semua data integer dalam format ini, disimpan dalam-endian format besar. 

File MP3 ditandai terutama oleh pemahaman mereka, seperti dijelaskan diatas . Namun, tidak seperti beberapa jenis lain data terkompresi, yang dapat dikemas dalam berbagai cara, data dikompresi MP3 biasanya dikemas dalam cara tertentu. Hal ini tentu saja mungkin untuk embed data dalam format MP3, yaitu, lengkap dengan header frame, dalam satu jenis paket. For example, a WAVE file may contain MP3 data. Sebagai contoh, sebuah file WAVE mungkin berisi data MP3. Dalam hal ini, chunk data terdiri dari suara MP3 terkompresi ditambah header frame. Kenyataan bahwa data terdiri dari data MPEG ditunjukkan oleh nilai 80 untuk kode format data. 

Sebuah file MP3 terdiri dari satu set frame data. Header bisa diikuti oleh dua byte data Cyclic Redundancy Check (untuk mendeteksi kesalahan / koreksi), ditandai dengan penetapan 16 bit header. Sisa dari frame berisi data audio. Dalam sebuah file MP3 murni, tidak ada header file secara keseluruhan, meskipun mungkin ada satu jika data MP3 yang tertanam di dalam paket yang lain.

Ogg Vorbis adalah format audio baru dimaksudkan terutama untuk musik,. Hal ini kira-kira sebanding MP3 ke format tetapi non-proprietary dan open source. Ogg Vorbis terdiri dari algoritma kompresi dan format file. Algoritma kompresi adalah algoritma kompresi persepsi , seperti ATRACdan MP3 . It is reported to sound better than MP3 at lower bit rates. Hal ini dilaporkan suara yang lebih baik daripada MP3 pada tingkat bit yang lebih rendah. 

The file format is a little different from the others we have discussed. An ogg file or bitstream must begin with three header packets: Format file adalah sedikit berbeda dari yang lain telah kita bahas paket. Ogg Sebuah file atau bitstream harus dimulai dengan header tiga:
  1. an identification header; header identifikasi;
  2. a comment header; header komentar;
  3. a setup header; header setup;